Beranda | Artikel
Perbanyaklah Mengingat Kematian
Sabtu, 7 November 2020

Bersama Pemateri :
Ustadz Yazid Abdul Qadir Jawas

Perbanyaklah Mengingat Kematian adalah bagian dari ceramah agama dan kajian Islam ilmiah dengan pembahasan kitab Syarah Aqidah Ahlus Sunnah wal Jama’ah. Pembahasan ini disampaikan oleh Ustadz Yazid bin ‘Abdul Qadir Jawas pada Sabtu, 21 Rabiul Awal 1442 H / 7 November 2020 M.

Ceramah Agama Islam Tentang Perbanyaklah Mengingat Kematian

Kematian merupakan satu kepastian. Dan ayatnya dalam Al-Qur’an, Allah sebut beberapa kali:

كُلُّ نَفْسٍ ذَائِقَةُ الْمَوْتِ

Setiap jiwa itu pasti akan mati.” (QS. Ali-Imran[3]: 185)

Setiap orang pasti akan mati, siapapun dia orangnya, sehebat apapun, sekuat apapun, atau dia punya kekuatan atau penjagaan atau dia penguasa atau pejabat atau siapa saja, pasti mati. Kalau memang sudah datang ajalnya, tidak bisa dimundurkan. Dan umumnya manusia takut dan lari dari kematian. Tapi tetap mati itu pasti akan menjemput dia.

قُلْ إِنَّ الْمَوْتَ الَّذِي تَفِرُّونَ مِنْهُ فَإِنَّهُ مُلَاقِيكُمْ

Katakanlah: ‘Sesungguhnya kematian yang kalian lari dari kematian itu kalian pasti akan menjumpainya.’” (QS. Al-Jumu’ah[62]: 8)

Dan dimanapun orang itu berada, sekuat apapun penjagaannya, sehebat apapun benteng yang dia buat, tetap pasti mati.

أَيْنَمَا تَكُونُوا يُدْرِككُّمُ الْمَوْتُ وَلَوْ كُنتُمْ فِي بُرُوجٍ مُّشَيَّدَةٍ

Dimana saja kalian berada, pasti mati iitu akan menjemput kalian, meskipun kalian berada di benteng-benteng yang kokoh.” (QS. An-Nisa[4]: 78)

Seorang mukmin wajib meyakini bahwa kita semua pasti akan mati, cepat atau lambat. Kalau jatah rezeki kita sudah habis, pasti mati. Dan Maha Adilnya Allah Subhanahu wa Ta’ala yaitu Allah tidak akan mencabut nyawa seseorang sampai jatah rezekinya habis. Allah menciptakan makhluk ini dan Allah berikan rezeki semuanya. Ketika jatah rezekinya habis, datang kematian itu.

Kematian datang apakah dalam kondisi dia sehat atau sakit atau kondisi apa saja, pasti kematian akan datang. Maka seorang mukmin wajib meyakini ini. Kalau sudah yakin bahwa kematian itu pasti, maka kita harus banyak melakukan amal-amal shalih, banyak bertaubat kepada Allah.

Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda dalam hadits yang shahih.

أَكْثَرُوا ذِكْرَ هَاذِمِ اللَّذَّاتِ الْمَوْتِ

“Perbanyaklah mengingat pemotong kelezatan, yaitu mati.” (HR. Ahmad, Tirmidzi, Ibnu Majah)

Manfaat mengingat kematian

Di antara manfaat mengingat kematian adalah:

  1. Seseorang akan berusaha untuk menjauhkan perbuatan dosa dan maksiat.
  2. Dia akan selalu bertaubat kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala.
  3. Dia akan mempersiapkan bekal dengan melakukan amal-amal shalih sebanyak-banyaknya. Dia akan berlomba-lomba untuk berbuat kebajikan. Dia tidak akan menunda amal-amal shalih yang bisa dikerjakan sekarang atau hari ini. Kalau dia sudah tahu bahwa kematian pasti akan datang, maka dia tidak menunda amal shalih yang bisa dikerjakan sekarang atau hari ini.
  4. Dia akan menggunakan waktu sebaik-baiknya untuk hal yang bermanfaat dan ibadah kepada Allah.
  5. Dia tidak akan tamak kepada dunia.
  6. Dia merasa cukup dan puas dengan karunia Allah.
  7. Dia selalu bersyukur dan bersabar atas karunia Allah. Syukur atas semua nikmat dan sabar atas takdir Allah yang pahit.
  8. Dia tidak akan berlomba-lomba dalam mengejar dunia.
  9. Dia tidak terlalu bergembira dengan apa yang ada dan dia tidak terlalu bersedih dengan apa yang luput.
  10. Dia tidak hasad dan tidak dengki kepada orang lain. Karena Allah sudah berikan masing-masing.
  11.  Dia selalu takut dan harap hanya kepada Allah.

Dan masih banyak lagi faedah dari kita mengingat kematian.

Ada satu hadits diriwayatkan dari sahabat ‘Abdullah bin ‘Umar Radhiyallahu ‘Anhuma, kata ‘Abdullah bin ‘Umar Radhiyallahu ‘Anhu, dia mengatakan: “Ketika aku sedang bersama Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam, kemudian datang seorang laki-laki Anshar. Lalu laki-laki itu mengucapkan salam kepada Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam kemudian laki-laki ini bertanya kepada Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam:

يَا رَسُولَ اللَّهِ أَىُّ الْمُؤْمِنِينَ أَفْضَلُ قَالَ : أَحْسَنُهُمْ خُلُقًا. قَالَ فَأَىُّ الْمُؤْمِنِينَ أَكْيَسُ قَالَ : أَكْثَرُهُمْ لِلْمَوْتِ ذِكْرًا وَأَحْسَنُهُمْ لِمَا بَعْدَهُ اسْتِعْدَادًا أُولَئِكَ الأَكْيَاسُ

“Wahai Rasulullah, siapakah orang mukmin yang paling utama?” Maka Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam menjawab: “Yaitu orang yang paling baik akhlaknya.” Kemudian dia berkata lagi: “Siapakah orang mukmin yang paling cerdas?” Maka dijawab oleh Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam: “Orang mukmin yang cerdas adalah orang yang paling banyak mengingat kematian dan yang paling baik persiapannya untuk menghadapi apa yang terjadi setelahnya, mereka itulah orang-orang yang paling cerdas.” (HR. Ibnu Majah, Thabrani, dihasankan oleh Syaikh Al-Albani Rahimahullah)

Bagaimana penjelasan tentang urutan tanda-tanda kiamat? Mari download dan simak mp3 kajian yang penuh manfaat ini.

Download Mp3 Kajian Tentang Perbanyaklah Mengingat Kematian


Artikel asli: https://www.radiorodja.com/49362-perbanyaklah-mengingat-kematian/